Senin, 03 Maret 2008

Analisis Komparatif Gelar CFA dan CFP

Ringkasan
Pertumbuhan dalam jumlah gelar untuk profesi di bidang jasa keuangan telah menciptakan kebingungan bagi masyarakat umum dan mahasiswa keuangan. Para mahasiswa mungkin bingung mengenai gelar apakah dan gelar yang mana yang harus diperolehnya. Dua gelar yang paling terkenal adalah gelar CFA dan CFP. Tulisan ini akan membahas mengenai dua gelar tersebut. Pembahasannya mengenai perbandingan gabungan dari pendidikan, isi dan persyaratan lainnya untuk gelar CFA dan sertifikasi CFP.
Pendahuluan
Pertumbuhan jumlah gelar dalam jasa industri keuangan telah menciptakan kebingungan bagi masyarakat umum dan mahasiswa keuangan. Gelar yang paling terkenal secara luas adalah CFA dan CFP, di mana kurikulumnya dapat ditemukan pada jumlah yang semakin meningkat di universitas dan perguruan tinggi. Contohnya, kurikulum CFP dapat ditemukan pada 300 program sarjana, pasca sarjana dan program sertifikasi di 190 universitas dan perguruan tinggi di Amerika Serikat. Kurikulum CFA telah diadopsi oleh 11 universitas antara lain University of Chicago, Harvard, dan Yale, dan universitas lainnya yang saat ini dalam proses adopsi atau pertimbangan untuk adopsi kurikum tersebut.

Garis Besar dari Gelar CFA dan CFP
Gelar CFA® dan CFP® kedua-duanya terdaftar (registered). Karena frekuensi penggunaan dalam teks dan kesederhanaan maka kita mengabaikan ® masing-maisng. Sebagai tambahan penyandang gelar CFA disebut “charterholder” dan penyandang gelar CFP adalah “certificant”.
Secara tradisional orang yang memiliki gelar CFA memiliki spesialisasi pada investasi dan manajemen portofolio dan telah bekerja dalam analisis sekuritas, manajemen dana institusional, dan dalam keuangan perusahaan (corporate finance).
Kenyataannya, motivasi utama untuk seseorang yang mencari gelar CFA adalah memperlebar dan memperdalam pengetahuan di bidang investasi dan membangun kredibilitas profesional.
Orang yang mencari gelar CFP cenderung lebih generalis dan mungkin juga berspesialisasi dalam satu atau lebih area khusus (seperti perencanaan waris, perencanaan pensiun, dan investasi). Seseorang yang menyandang gelar CFP umumnya bekerja pada perusahaan perencanaan keuangan, perusahaan asuransi, bank dan perusahaan akuntansi. Secara umum juga tidak ada persyaratan hukum untuk aktivitas perencanaan keuangan baik di Amerika Serikat maupun di Indonesia. Sama dengan gelar CFA, motivasi utama dari seseorang untuk mendapatkan sertifikasi CFP adalah untuk membangun kredibilitas profesional yang akan dibahas kemudian.

Persyaratan Sertifikasi Awal

CFA
Persyaratan Gelar Sarjana: Ya
Persyaratan Ujian: Tiga kali ujian selama 6 jam
Persyaratan Pengalaman: Tiga tahun; Empat tahun sejak tahun 2005
Persyaratan Pendidikan Lanjutan (Continuing Education): Tidak ada

CFP
Persyaratan Gelar Sarjana: Ya sejak tahun 2007
Persyaratan Ujian: Ujian selama 10 jam
Persyaratan Pengalaman: Tiga tahun; Lima tahun bagi yang tidak memiliki gelar sarjana
Persyaratan Pendidikan Lanjutan (Continuing Education): 30 jam setiap dua tahun

Sebelum tahun 2007, seorang kandidat CFP tidak wajib memiliki gelar sarjana. Kemudian sejak tahun 2007, seorang kandidat CFP harus memiliki gelar sarjana. Selain itu seorang kandidat CFP dipersyaratkan harus menyelesaikan kurikulum pendidikan dalam bidang perencanaan keuangan pada suatu perguruan tinggi atau telah menyelesaikan pendidikan sejenis yang diakui oleh provider pendidikan. Gelar CFA mempersyaratkan kandidatnya untuk menempuh tiga level ujian yang membutuhkan waktu dua setengah tahun sampai tiga tahun. Ujian Level I ditawarkan setiap musim semi (Spring) dan musim gugur (Fall), di mana ujian Level II dan Level III ditawarkan setiap musim semi (Spring). Gelar CFP saat ini mempersyaratkan ujian komprehensif yang meliputi seluruh area perencanaan keuangan. Selain itu, sertifikasi CFP mempersyaratkan pendidikan lanjutannya bagi penyandangnya.
Sesuai dengan namanya, dua gelar tersebut mempersyaratkan pengetahuan yang berbeda. Chartered Financial Analyst (CFA) menyatakan sesorang yang memiliki pengetahuan yang mengakar pada analisis keuangan. Pengetahuan utama yang harus dikuasai oleh seorang CFA berfokus pada analisis investasi dan alat yang dibutuhkan untuk melakukan analisis tersebut. Certified Financial Planner (CFP) berfokus pada area utama dari kebutuhan perencanaan keuangan untuk pendekatan komprehensif bagi seorang individu. Dari dua pengetahuan utama yang saling bersilangan adalah area manajemen investasi dan portofolio, yaitu area di mana seorang CFA berspesialisasi dan CFP terlibat dalam bagian yang cukup besar. Dua bidang yang juga saling bersilangan bagi keduanya adalah keduanya harus memiliki etik dan standar profesi dalam prinsip yang sama tetapi berbeda secara spesifik.

Kurikulum
Persyaratan pengetahuan antara CFA dan CFP yang saling tumpang tindih berada pada area:
1. Nilai waktu dari uang (time value of money)
2. Ekonomi
3. Etika
4. Manajemen investasi dan portofolio


Perbedaan Kurikulum CFA dan CFP
CFA
· Etika dan Standar Profesi
· Metode Kuantitatif
· Ekonomi
· Analisis Laporan Keuangan
· Corporate Finance
· Analisis Investasi Ekuitas
· Analisis Investasi Utang
· Analisis Derivatif
· Analisis Investasi Alternatif
· Manajemen Portofolio dan Presentasi Kinerja

CFP
· Prinsip Umum (8%)
· Asuransi dan Manajemen Risiko (10%)
· Manfaat Pekerja (8%)
· Perencanaan Investasi (19%)
· Perencanaan Pajak Penghasilan (17%)
· Perencanaan Pensiun (18%)
· Perencanaan Warisan (15%)
Catatan 1: Persentase mengindikasikan proporsi dari daftar topik yang dipresentasikan oleh area spesifik.
Catatan 2: Prinsip umum yang mencakup etika.

Kurikulum kedua program tersebut membutuhkan pemahaman dari nilai waktu dari uang, meskipun aplikasinya berbeda. Dalam area ekonomi yang diperlukan oleh CFP adalah pengetahuan mengenai konsep yang luas untuk tujuan pemahaman lingkungan eksternal yang dapat mempengaruhi seorang individu. CFA membutuhkan pengetahuan yang luas dari ekonomi karena ekonomi mempengaruhi aliran kas perusahaan, tingkat bunga, bahkan nilai perusahaan. Sehubungan dengan etika, kedua profesi tersebut memiliki kode etik dan standar profesi yangmencakup prinsip yang luas seperti integritas, kompetensi, objektivitas, kerahasiaan, dan keadilan. Sebagai tambahan CFP memiliki sekumpulan standar praktek perencanaan keuangan yang mengatur kewajiban dari jasa perencanaan keuangan. Karena CFA lebih rutin dalam membuat rekomendasi investasi dan pengelolaan dana, etika dan standar profesi mereka berhubungan dengan kewajiban fidusia, kemungkinan potensial konflik kepentingan, perdagangan orang dalam (insider trading), dan dasar dan kelayakan rekomendasi investai.
Daerah tumpang tindih yang paling luas, adalah area investasi. Bagian investasi kira-kira menjadi persyaratan dari seperlima persyaratan pengetahuan CFP, di mana untuk CFA, investasi merupakan mayoritas pengetahuan yang harus dikuasai yang terpisah dari etika dan alat analisis. Apabila dilihat pada permukaannya, kedua gelar tersebut terlihat banyak yang tumpah tinding, tetapi secara mendalam tidaklah demikian. Kurikulum CFP mempersyaratkan kandidat untuk topik yang sama yaitu risiko, asset pricing model, penilaian / valuasi, dan pengetahuan jenis sekuritas, dll. seperti kurikulum CFA; Akan tetapi, kurikulum CFA meminta pemahaman yang lebih dalam dari topik tersebut. Dalam kurikulum CFP, seorang kandidat harus memahami topik tersebut lebih dalam. Kurikulum CFP mempersyaratkan kandidat untuk harus memahami konsep ini, yang berarti mendefinisikannya dan memahami relevansinya terhadap perencanaan keuangan pribadi, sedangkan kurikulum CFA mempersyaratkan pemahaman dari persyaratan topik untuk aplikasinya. Contohnya, kurikulum CFP mempersyaratkan kandidatnya untuk mengetahui apa itu callable bond sedangkan kurikulum CFA mempersyaratkan kandidatnya untuk tidak hanya mengetahui callable bond itu, tetapi juga mengetahui nilai dari callable bond dan memahami penggunaannya dalam manajemen portofolio. Kurikulum CFA mempersyaratkan kandidat untuk dapat menilai hampir semua sekuritas, tidak hanya mengetahui apa sekuritas tersebut. Contoh lainnya, kurikulum CFP mempersyaratkan kandidatnya untuk mengetahui sekuritas turunan (derivative securities), sedangkan kurikulum CFA mempersyaratkan kandidatnya untuk mengetahui bagaimana menilai opsi, future dan swap dan bagaimana penggunaannya dalam manajemen portofolio.
Contoh terakhir pada manajemen portofolio, daftar topik CFP berisi setengah halaman dari topik yang berhubungan dengan manajemen portofolio, di mana daftar topik dari ujian CFA berisi lima halaman dari topik yang berhubungan dengan manajemen portofolio.
Secara umum, walaupun terdapat bagian yang secara signifikan tumpang tindih dalam area investasi, kurikulum CFA mempersyaratkan kandidatnya untuk menjadi spesialis dalaam area ini, di mana kurikulum CFP hanya mempersyaratkan pemahaman yang umum dari area ini.

Kurikulum CFP
Pengetahuan utama dari CFP meliputi beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum CFA. Topik ini meliputi perencanaan warisan, perencanaan asuransi dan manajemen risiko pribadi, perencanaan pajak penghasilan pribadi, perencanaan pensiun (terpisah dari aspek investasi), perencanaan pendidikan anak, dan manfaat pekerja. Topik ini memungkinkan CFP untuk mendapatkan pendekatan gambaran besar yang diperlukan untuk mempersiapkan perencanaan keuangan pribadi komprehensif.

Kurikulum CFA
Kurikulum CFA berbeda dengan kurikulum CFA dalam hal kedalaman cakupan dari setiap topik. Kurikulum CFA juga membahas mengenai topik yang tidak menjadi bagian dari kurikulum CFP, misalnya asset pricing model internasional, isu mata uang asing, manajemen portofolio internasional. Ujian CFA meliputi analisis laporan keuangan perusahaan yang dalam dan isu keuangan perusahaan.


Ringkasan Kurikulum

CFA
Kurikulum secara keseluruhan: Dalam
Keahlian: Spesialis
Spesialisasi Penekanan Utama: Investasi dan Manajemen Portofolio

CFP
Kurikulum secara keseluruhan: Luas
Keahlian: Generalis
Spesialisasi Penekanan Utama: Perencanaan Pensiun dan Perencanaan Warisan

1 komentar:

CFA Indonesia mengatakan...

CFA dan CFP memiliki keunggulannya masing-masing, jadi sesuaikan dengan apa tujuan kita.